Photo by Hammer Group on Unsplash
Desain interior kantor nyaman dimulai dari cara tim bekerja, bukan hanya soal gaya. Pisahkan area fokus dan diskusi, redam kebisingan, atur pencahayaan, lalu siapkan penyimpanan barang yang cukup. Pantry dan ruang meeting mengikuti kebiasaan harian sebelum digabung identitas brand.
Namun, kenyataannya urutan ini malah yang paling sering kebalik. Berbagai pemilik usaha fokus dengan tampilan tanpa memperhatikan kebutuhan tim seperti kebisingan, ruangan gerah, kabel berantakan, dan ruang meeting yang selalu penuh.
Di Vimonia, studio desain interior & build di Gading Serpong, Tangerang, kami mengutamakan fungsi sebelum estetika dalam merancang ruang kerja.
Pisahkan Zona Fokus dan Kolaborasi
Mulai dengan menghitung waktu tim untuk bekerja fokus dan berdiskusi. Siapkan zona fokus yang jauh dari kebisingan seperti pintu masuk, pantry, dan printer. Sementara, zona kolaborasi bisa berada dekat jalur sirkulasi.
Kantor terbuka belum tentu cocok untuk tim yang kerap menelpon klien. Dibanding meja panjang, bilik telepon atau ruang kecil kedap suara justru lebih fungsional.
Jangan lupa untuk mengukur jarak antar meja agar kursi ada ruang untuk bergerak, begitupun ruang untuk berlalu lalang.
Akustik dan Cahaya yang Sering Terlupakan
Ruang kosong bisa terasa tenang. Tapi klien kerap lupa bahwa saat kantor terisi akan ada berbagai pantulan suara dari lantai, kaca, dan plafon gypsum polos. Berikut solusinya:
- Panel akustik di dinding atau plafon bisa dibalut kain sesuai warna palet untuk meredam suara.
- Karpet tile di area kerja terbuka, sementara pantry menggunakan antai yang mudah dibersihkan.
- Partisi ruang meeting dibuat tinggi sampai plafon struktur, jangan berhenti di plafon gypsum agar suara rapat tidak mudah bocor.
Pencahayaan juga perlu diperhatikan. Di Tangerang dan Jakarta, jendela besar di sisi barat terasa menyenangkan jam sepuluh pagi, namun terasa gerah di sore hari. Posisi meja tegak lurus terhadap jendela dan roller blind bisa mengurangi masalah ini.

Pencahayaan kantor juga perlu disesuaikan dengan fungsinya. Area umum, meja kerja, dan area tamu memiliki kebutuhan lampu yang berbeda, cahaya tidak bisa selalu terlalu putih atau kuning.
Selain itu, peletakan titik listrik dan stop kontak harus dirancang sesuai layout meja agar tidak perlu membongkar lantai atau plafon saat proyek hampir selesai.
Penyimpanan, Pantry, dan Ruang Meeting
Kantor mudah berantakan jika tidak punya tempat penyimpanan yang memadai. Pastikan kamu menghitung kebutuhan arsip, tas, helm, dan barang pribadi sebelum desain dimulai. Furniture custom cocok untuk memaksimalkan ruang, tetapi loose furniture lebih fleksibel jika tim masih akan berkembang atau kantor berpotensi pindah.
Pantry tidak harus besar, yang penting ada tempat duduk yang nyaman dan memiliki ventilasi yang bagus dengan permukaan sintered stone yang tahan noda dan panas.
Untuk ruang meeting, sebaiknya pertimbangkan kebutuhan sehari-hari. Nyatanya, dua ruang kecil akan lebih fungsional selama posisi layar dan kamera diatur buat rapat online.
Terus, identitas brand masuknya di mana?
Setelah fungsinya sudah beres. Identitas brand tidak harus berupa logo besar di dinding, tapi bisa juga disampaikan lewat material, palet warna, detail profil pintu, hingga ruang tamu untuk klien.
Cara pikir ini juga dapat dipakai untuk ruang belajar. Di Kega Sunday School, Vimonia mengerjakan desain seluas 385 m². Kevin Yosia menyebutkan bahkan studio kami memiliki "Great design and excellent attention to detail."
Sebelum bertemu desainer, baiknya catat dulu jumlah karyawan saat ini dan perkiraan dua tahu ke depan, pembagian tim, jam operasional, kebutuhan ruang IT, plus aturan pengelola gedung kalau kantormu ada di gedung perkantoran.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa Lama Waktu Pengerjaan Interior Kantor?
Durasi pengerjaan biasanya tergantung luas dan kondisi awal ruangan. Proyek kantor Vimonia di Landmark Pluit memiliki target pengerjaan 3,5 bulan dan rampung sesuai tanggal. Durasi proyek pun ditetapkan dalam kontrak tertulis setelah desain final disepakati.
Apakah Kantor Kecil Perlu Zona Fokus dan Kolaborasi?
Ya, hanya saja bentuknya lebih sederhana. Di kantor kecil, pembagian zona bisa dilakukan lewat posisi meja dan rak sebagai pembatas, lalu ditambahkan satu ruang kecil berpintu buat menelpon atau rapat singkat.
Material Apa yang Cocok untuk Furniture Kantor?
Multipleks dengan finishing HPL paling umum dipakai karena tahan gores dan gampang dirawat. Untuk material meja pantry, kamu bisa memilih sintered stone yang tahan noda dan panas.
Kantor yang nyaman bukan soal dekorasi yang ramai, namun ruang yang bisa mengakomodir keluhan tim dan mendukung kebutuhan sehari-hari. Kalau kamu lagi merencanakan kantor baru atau menata ulang kantorlama, silahkan cek proyek kantor Vimonia , lalu ceritakan kebutuhan kantormu di sini untuk konsultasi awal.
