Konstruksi

Membangun Stratified Synthesis sebagai Kontraktor Interior di NAIFEST 2026

Oleh:
Ellena M
•
Diperbarui:
13 Oct 2026
•
7 menit baca
Blog Single Image
Ringkasan cepat

Cara kami membangun instalasi Stratified Synthesis di NAIFEST 2026: 24 sambungan tersembunyi, lima tim, dan urutan kerja yang tidak boleh ditukar.

Di workshop kami, pekerjaan Stratified Synthesis dimulai dari lingkaran.

Instalasi ini memiliki delapan bidang horizontal. Setiap bidang punya lubang bundar tempat tiang kayu lewat. Delapan lubang itu harus segaris dari bawah sampai atas supaya tiang menembus semuanya dengan bersih. Pada karya yang dinikmati dari jarak dekat, kerapian pada detail kecil seperti inilah yang membuat keseluruhannya terlihat utuh.

Instalasi yang Tidak Bisa Dimasuki

Stratified Synthesis adalah instalasi yang kami bangun bersama Studio MMAR untuk NAIFEST, bagian dari IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD City. Konsepnya dirancang oleh MMAR: bidang-bidang horizontal yang modern, ditembus bentuk vertikal yang mengingatkan pada batang pohon.

Tidak ada ruang untuk dimasuki. Pengunjung berjalan mengelilinginya dan melihat dari dekat. Tugas kami di Vimonia adalah mewujudkan gagasan itu menjadi benda yang bisa berdiri.

Ukurannya panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter. Ada delapan lapis bidang horizontal yang ditopang tiga kaki dan satu balok kayu.

Instalasi seperti ini menuntut ketelitian lebih daripada interior pada umumnya. Di rumah, ada sofa, karpet, atau lampu gantung yang ikut menarik perhatian. Di sini, yang tersisa hanya bentuk, tekstur, dan cahaya, sehingga setiap detail terlihat apa adanya.

Bidang yang Bertumpu pada Tiang

Setiap lapisan kami buat dari rangka besi hollow yang ditutup gipsum. Lantai dasarnya plywood yang dicat. Materialnya biasa, sama dengan yang kami pakai untuk plafon dan backdrop di proyek rumah atau kantor. Yang tidak biasa adalah cara bidang-bidang itu berdiri.

Bidang-bidang itu tidak digantung dari atas dan tidak menempel ke dinding. Semuanya bertumpu pada tiang kayu yang menembusnya.

Di setiap tiang, pada ketinggian masing-masing lapisan, ada rangka berbentuk plus yang keluar dari badan tiang. Dari tepi setiap lubang lingkaran di gipsum, kami keluarkan rangka yang nantinya bertumpu di atas rangka plus itu. Dengan cara ini, tiang bisa menahan bidang tanpa sambungan yang terlihat dari luar.

Di atas kertas, ini hanya soal satu rangka yang bertumpu pada rangka lain. Di lapangan, artinya ada delapan ketinggian di tiga tiang yang harus cocok dengan delapan bidang. Totalnya ada 24 titik pertemuan yang semuanya harus tersembunyi. Kami ingin pengunjung melihat tiang yang menembus lapisan, bukan penyangga di baliknya.

Empat Belas Hari dan Urutan yang Tidak Boleh Ditukar

Semua lapisan kami rakit di workshop selama empat belas hari. Pada tahap ini, yang paling menentukan adalah urutan kerja.

Tim kami membuat rangka, lalu menempelkan gipsum di satu sisi. Sebelum sisi lainnya ditutup, tim Lightbox dan Glow masuk untuk memasang lampu di dalam lapisan. Setelah lampu terpasang, lapisan ditutup. Baru kemudian tim AddStone datang ke workshop kami dan mengerjakan finishing cat tekstur di setiap lapisan.

Urutan ini tidak bisa dibalik. Kalau lapisan sudah tertutup dan ada lampu yang tertinggal, satu-satunya jalan adalah membuka lagi gipsum yang sudah rapi. Kalau tekstur sudah disemprot lalu ada yang harus dibuka, pekerjaan dua tim ikut mundur.

Sementara itu, tiga kaki kayu dikerjakan Tegel Kayu di workshop mereka sendiri, lalu dikirim ke workshop kami. Ada satu komponen utama yang proses pembuatannya tidak kami lihat langsung, tetapi harus pas dengan lapisan yang kami buat. Karena itu, kami dan Tegel Kayu bekerja dari gambar dan ukuran acuan yang sama.

Lima Tim, Satu Urutan Kerja

Tantangan terbesar di proyek ini adalah koordinasi. Lima tim bekerja untuk satu objek, masing-masing dengan jadwal dan cara kerjanya sendiri.

Setiap tim adalah ahli di bidangnya. Masing-masing juga punya standar yang sudah teruji di proyek mereka sendiri, misalnya kapan sebuah pekerjaan dianggap selesai atau berapa toleransi ukuran yang dianggap wajar.

Perbedaan seperti itu wajar. Dalam jadwal empat belas hari produksi dan tiga hari pemasangan, perbedaan kecil cepat terasa. Kabar yang sampai sedikit terlambat bisa membuat tim berikutnya menunggu. Ukuran yang dibaca sedikit berbeda juga bisa membuat sebuah komponen perlu disesuaikan di lokasi.

Dari proyek ini saya belajar bahwa kerja kolaborasi butuh satu pihak yang memegang urutan kerja dan memastikan semua tim membaca gambar yang sama. Di Stratified Synthesis, peran itu dipegang Vimonia.

Lapisan buatan kami menjadi titik temu semua pekerjaan lain. Lampu dipasang di dalamnya, tekstur menempel di permukaannya, dan kaki kayu menopangnya. Karena itu, jadwal lapisan kami menentukan kapan tim lain bisa mulai bekerja.

Prosesnya tentu tidak selalu mulus. Beberapa jadwal perlu digeser. Beberapa ukuran juga perlu dicek bersama sebelum pekerjaan berikutnya dimulai. Pengalaman ini menunjukkan bahwa di proyek seperti ini, komunikasi sama pentingnya dengan mengelas rangka.

Tiga Hari di Nusantara Hall

Lapisan-lapisan yang sudah jadi, lengkap dengan lampu dan cat teksturnya, kami kirim ke ICE BSD. Pemasangan di lokasi memakan waktu tiga hari.

Urutannya kami susun dari bawah. Panggung dipasang lebih dulu, disusul plywood sebagai lantai dan tiga kaki dari Tegel Kayu. Setelah kaki berdiri, lapisan disusun satu per satu sampai lapisan kedelapan. Di tahap inilah hasil kerja di workshop diuji. Setiap lubang lingkaran harus pas dengan tiangnya, sementara setiap rangka harus bertumpu tepat pada rangka plus pasangannya.

Setelah semua tersusun dan area dibersihkan, setiap tim melakukan penyesuaian akhir. AddStone cukup melakukan touch up pada cat tekstur karena pekerjaan finishing sudah selesai di workshop kami. Tegel Kayu menyetel kaki-kakinya supaya pas dengan lapisan kami. Lightbox dan Glow mengatur lampu.

Kondisi di lokasi selalu berbeda dari workshop. Lantai area pameran dan cahaya di sekitarnya, misalnya, ikut memengaruhi tampilan akhir. Karena itu, beberapa hal kami sesuaikan di tempat. Tiga hari itu kami pakai untuk merakit sekaligus menyetel.

[Foto: proses penyusunan lapisan di lokasi]

Liputan Media

Stratified Synthesis juga diliput beberapa media. Bisnis.com menulisnya sebagai eksperimen instalasi arsitektur tanpa ruang. Kompas.com, lewat kanal Parapuan, membahas perpaduan alam dan modernitas di balik estetikanya. Media Indonesia mengangkatnya dalam konteks pameran arsitektur sebagai ajang ekspansi bisnis industri interior dan konstruksi.

Dalam salah satu liputan itu, saya sempat bercerita tentang koordinasi antartim yang saya tulis di atas. Saya senang sorotannya tidak berhenti pada bentuk akhir. Proses di baliknya ikut dibicarakan.

Yang Terlihat dan yang Tidak

Dari jauh, Stratified Synthesis terlihat tenang. Ada delapan bidang bertekstur, cahaya yang keluar dari sela lapisan, dan tiga tiang kayu yang menembus semuanya. Dari dekat, sambungannya nyaris tidak tampak. Itu memang yang kami kejar.

Mungkin ada yang bertanya apa hubungan instalasi pameran dengan rumah atau kantor. Menurut saya, hampir setiap proyek interior adalah versi lain dari instalasi ini.

Pekerjaan dapur melibatkan kitchen set, batu, listrik, dan pipa, sedangkan pekerjaan kantor melibatkan plafon, lampu, AC, dan partisi. Semuanya dikerjakan tim yang berbeda dan harus masuk sesuai urutan. Kabel harus terpasang sebelum plafon ditutup. Ukuran kabinet juga harus final sebelum batu dipotong. Urutan yang benar menghindarkan pemilik rumah dari biaya bongkar pasang.

Sebagian besar pekerjaan kami di NAIFEST tidak akan pernah dilihat pengunjung, misalnya rangka di dalam gipsum, kabel di balik lapisan, dan penyangga di ujung tiang. Namun, bagian yang tersembunyi itulah yang membuat tampilan luarnya bisa berdiri rapi.

‍

Tentang Penulis
Ellena M
Ellena Monica adalah Principal Designer Vimonia. Sejak 2015, ia berkarya di bidang arsitektur, desain interior, dan manajemen proyek, untuk hunian maupun ruang komersial.
Estimasi Untuk Ruangmu
Ingin tahu estimasi biaya sesuai luas dan kebutuhan ruangmu?
Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.
Ceritakan Kebutuhanmu